Thailand 4-2 Indonesia: 3 Catatan Penting Dari Tersungkurnya Garuda Di Rajamangala

0
8

Sepakbola.com, Bangkok – Kekalahan 2-4 yang diderita Indonesia di Stadion Rajamanggala Bangkok saat jumpa Thailand menipiskan harapan lolos ke semifinal. Bukan hanya harus menang di laga terakhir lawan Filipina, nasib Indonesia juga ditentukan pertandingan lain.

Sempat unggul lewat Zulfiandi, gawang Indonesia bobol empat kali sebelum Fachruddin Aryanto mencetak gol hiburang di akhir-akhir pertandingan. Tim merah-Putih yang sudah bermain tiga kali tertinggal tiga poin dari Thailand dan Filipina yang baru bertanding dua kali.

Apa saja yang bisa dipelajari dari kekalahan skuat Garuda di kandang Tim Gajah Perang?

1. Lini serang Garuda kurang galak

Jika melihat statistik, permainan Indonesia tak terlalu kalah dari Thailand. Penguasaan bola nyaris berimbang, jumlah peluang termasuk tendangan sudut tak berbeda signifikan. Namun dari segi efektivitas dan kecerdasan serangan Thailand jauh lebih berbahaya.

Artikel Lain dari Penulis

Stefano Lilipaly dan Alberto Goncalves sama sekali tak bersinar. Lilialy bahkan melewatkan sebuah kesempatan bagus saat berhadapan langsung dengan kiper Thailand di awal babak pertama. Peluang gagal itu menjadi satu-satunya highlight dari penampilan duo penyerang Indonesia.

[VIDEO] CUPLIKAN GOL Indonesia 2-4 Thailand: Kalah Lagi, Peluang Garuda Makin Berat

Dua winger sebenarnya bermain lumayan. Andik Vermansyah dan terutama Riko Simanjuntak beberapa kali bisa menembus lini pertahanan tuan rumah. Namun keduanya, plus Febri Hariyadi yang masuk menggantikan Andik, gagal untuk benar-benar mengancam gawang lawan. Kombiasi serangan antara winger dengan fullback juga belum berjalan dengan lancar. Meski begitu Riko tetap menjadi pemain yang paling bersinar di kubu Indonesia.

Dalam situasi serangan balik terutama di babak kedua, sering sekali terlihat pemain paling depan harus men-delay bola untuk menunggu dukungan dari lini kedua. Kondisi itu memberi Tim Gajah Perang, julukan Thailand, waktu untuk mengatur kembali pertahanan.

2. Risiko rotasi penjaga gawang

Awan Setho adalah kiper muda potensial. Umurnya baru 21 tahun, kariernya masih panjang. Namun penampilannya di Stadion Rajamangala jauh dari kata memuaskan. Tiga dari empat gol yang dicetak Thailand melibatkan kesalahannya.

Pertama adalah kegagalan mengantisipasi tendangan sudut yang berbuah gol pertama Thailand. Kedua kesalahan umpan yang berakhir menjadi gol ketiga. Terakhir, bukan kesalahan mutlak Awan Setho, penempatan posisi yang memudahkan gol keempat dari skema serangan balik cepat.

Komentar Bek Kiri Thailand Pencetak Gol Tendangan Sudut Langsung Ke Gawang Indonesia

Bima Sakti punya alasan kuat merotasi kiper. Performa Awan bagus ditambah kiper utama Andritany Ardhiyasa telah bermain penuh dalam dua pertandingan beruntun. Namun penjaga gawang bukanlah posisi yang dengan gampang bisa dirotasi tanpa alasan yang sangat kuat atau darurat karena cedera misalnya.

Penampilan Andritany dalam dua pertandingan sebelumnya tak mengecewakan. Jika ia dalam kondisi fit, selayaknya ia tetap berada di bawah mistar. Rotasi kiper menjadi blunder terbesar Bima Sakti di pertandingan ini.

3. Bukan kekuatan Thailand yang sesungguhnya

Thailand masih menakutkan dan masih layak dijuluki sebagai Raja Sepakbola Asia Tenggara. Mereka mencatat dua kemenangan beruntun dan telah mencetak 11 gol sejauh ini. Padahal jika melihat dari sisi permainan, Thailand tak terlihat terlalu istimewa. Namun para pemain Thailand sangat matang dalam bermain dan mampu mengeksploitasi kelemahan lawan. Timor Leste yang memberi perlawanan bahkan merepotkan Indonesia dan Filipina bisa dibantai tujuh gol tanpa balas.

Lebih menyakitkan bagi para lawan, termasuk Indonesia, ini bukan lah tim terbaik yang dimiliki Thailand. tercatat empat pemain terbaik yang berkompetisi di luar negeri tak bisa bergabung dengan tim Piala AFF. Apa jadinya jika Kawin Thamsatchanan, Chanathip Songkrasin, Teerasil Dangda dan Theerathon Bunmathan sudah bergabung?

[PIALA AFF 2018] Thailand: Empat Bintang Utama Absen

Bahkan tanpa keempat bintang, kedalaman skuat asuhan Milovan Rajevac sangat baik. Nama-nama seperti Sumanya Purisay, Mika Chunuonsee hingga Pokkhao Anan ada di bangku cadangan saat Thailand mengempaskan Indonesia.

Komentari Artikel Ini