Komentar Presiden UEFA Soal Desakan Sanksi Untuk PSG Dan Manchester City

0
6

Sepakbola, Nyon – Presiden asosiasi sepakbola Eropa (UEFA) Aleksander Ceferin mengakui adanya aspek lemah dari aturan Monetary Honest Play (FFP). Menurutnya ini masih memerlukan tinjauan untuk mencegah celah yang bisa dimanfaatkan klub.

Seruan agar UEFA mengambil tindakan kepada Manchester Metropolis dan Paris Saint-Germain muncul setelah adanya tuduhan dari Der Spiegel dan Mediapart klub-klub tersebut melanggar ketentuan belanja FFP.

Juara Premier League Manchester Metropolis menolak mengomentari laporan yang dilansir melalui dokumen yang diperoleh dari whistleblower Soccer Leaks. Mereka menambahkan itu hanya upaya untuk merusak reputasi klub.

PSG bersikukuh mereka selalu bertindak secara benar sesuai dengan hukum dan peraturan yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga olahraga.

Ceferin tidak mau mengomentari persoalan kelas berat yang dipermasalahkan tersebut, tetapi tindakan harus dilakukan untuk mengatasi kerentanan FFP.

Artikel Lain dari Penulis

“Saya tidak ingin berbicara tentang Man Metropolis atau PSG tetapi untuk klub manapun peraturan harus kuat dan jelas,” kata Ceferin kepada BBC Sport (20/11/2018).

“Kami akan bertindak sesuai aturan, berdasar regulasi.”

“Kami tahu kami harus memutakhirkan [aturan]. Memeriksa aturan dan regulasi sepanjang waktu. Kami tahu situasi di pasar sepakbola terus berubah.”

“Jadi itu juga bagian dari pemikiran kita ke depannya. Apakah kita harus melakukan sesuatu tentang peraturan agar lebih kuat? Ya.”

Ancaman tak boleh ikut Liga Champions

Presiden LaLiga Javier Tebas telah mendorong UEFA untuk menerapkan larangan Liga Champions pada Metropolis dan PSG terkait dugaan pelanggaran FFP.

Ceferin mengkonfirmasi semua kemungkinan telah didiskusikan, dia menambahkan: “Ini awal dari perdebatan. Agak terlalu dini membicarakannya, tetapi kami mengakui aturan mungkin lemah dalam poin-poin tertentu.”

“Juga hukum di negara-negara tertentu berubah sepanjang waktu (dan) beradaptasi dengan zaman fashionable.” Pungkasnya. (Sumber: bbc.com)

Penulis: Ricky Sulastomo/Editor: Rudi Purwantoro

Komentari Artikel Ini