Home Blog Page 13

Pertandingan Pekan Terakhir Liga 1 2018 Akan Digelar Serentak

0

Sepakbola.com, Jakarta – Jelang berakhirnya kompetisi Liga 1 2018 persaingannya semakin seru, baik tim yang menjadi juara maupun yang masih di zona degradasi. Seluruhnya masih berpeluang berubah hingga pekan terakhir kompetisi.

Jika sesuai jadwal pekan terakhir Liga 1 2018 bakal digelar selama tiga hari mulai dari 7-9 Desember mendatang. Namun, PSSI meminta PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator untuk merevisinya.

Pasalnya, masih ada beberapa tim yang berpeluang meraih gelar juara. Masih ada pula klub yang berusaha untuk keluar dari zona degradasi.

Misalnya di jalur juara ada dua tim yang berpeluang meraih gelar yaitu PSM Makassar dan Persija Jakarta. Keduanya hanya berselisih satu poin saja dari tabel klasemen.

Pekan terakhir pun akan jadi penentuan mereka siapa yang nantinya akan tersenyum di akhir musim. Persija sendiri dijadwalkan akan menjamu Mitra Kukar, sedangkan PSM akan bertemu PSMS Medan yang akan berjuang di zona degradasi.

Artikel Lain dari Penulis

Sedangkan PSMS Medan, PS Tira, Perseru Serui, Sriwijaya FC, dan Mitra Kukar berlomba-lomba untuk menghindari zona degradasi. Susunan kelimanya masih bisa berubah hingga akhir kompetisi.

“Semua pertandingan di akhir musim ini harus dikawal oleh Exco,” ujar Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Gusti Randa.

“Permainan, pengaturan skor, yang degradasi tiba-tiba tidak degradasi, ada jualan, ada lagi PSM dan Persija yang waktunya beda, tidak boleh, harus sama,” tutur Gusti.

“Itu diputuskan tadi atas usulan saya. Harus sama, semua pertandingan tadi harus sama waktunya. Kami (PSSI) akan menyurati PT LIB. Pekan terakhir harus disamakan. Kalau tidak, ada pengaturan. Nanti kami dihajar lagi,” imbuh Gusti.

Komentari Artikel Ini

Persebaya Semakin Konsisten di Pengujung Musim

0

Sepakbola.com, Surabaya – Persebaya sukses mengemas empat kemenangan beruntun setelah menghentikan Bhayangkara FC dengan skor tipis 1-0 di Stadion Gelora Bung Tomo (26/11). Sebelumnya mereka mengandaskan Persija Jakarta dan PSM Makassar dengan skor 3-0. Kemudian mempermalukan tuan rumah Bali United lewat skor 5-2.

Hasil tersebut membuat Bajul Ijo saat ini berada di peringkat keenam dengan mengoleksi 47 poin. Bahkan mereka berpeluang lebih tinggi lagi peringkatnya jika memenangkan dua pertandingan terakhir musim ini.

Kebetulan dua lawan terakhir mereka adalah klub promosi, yakni melawat ke markas PSMS Medan dan menjamu PSIS Semarang. Konsistensi Persebaya pun akan diuji oleh dua klub tersebut.

[VIDEO] CUPLIKAN GOL Persebaya 1-0 Bhayangkara FC: Osvaldo Amankan Tiga Poin Green Force

“Kalau penampilan kami seperti empat pertandingan terakhir ini, bukan tidak mungkin kami meraih enam poin yang ada,” tegas pelatih Djadjang Nurdjaman, pada sesi jumpa pers setelah pertandingan lawan Bhayangkara FC.

Artikel Lain dari Penulis

Apalagi dari awal, Persebaya membidik posisi papan atas. Ia juga yakin timnya bisa finish di lima besar.

“Mudah-mudahan di papan atas. Barangkali di lima besar,” jelasnya. “Kami mengincar kemenangan saat menantang tuan rumah PSMS Medan. Meski mereka bakal berjuang untuk lepas dari ancaman degradasi,” imbuhnya.

Lebih lanjut pelatih asal Majalengka itu membeberkan kunci peningkatan performa Green Force, yaitu karena adaptasinya berjalan lancar. Dia mengaku diawal-awal proses melatih Persebaya masih mencoba mengenali potensi tim.

“Hasil yang kurang bagus di awal kedatangan saya bisa dimaklumi. Karena saya masih adaptasi, belum mengetahui secara rinci tim ini. Tetapi sekarang saya bisa menyatu dengan pemain,” ungkap Djanur.

Komentari Artikel Ini

Klasemen Pekan 32 Liga 1 2018: Tersisa Dua Kandidat Juara

0

Sepakbola.com, Jakarta – PSM Makassar menjadi penguasa klasemen pekan 32 Liga 1 2018, ditempel ketat Persija Jakarta di posisi kedua. Sementara itu Persib Bandung dan Bhayangkara FC harus kehilangan peluang menjadi pesaing juara.

Persib mengalami nasib sial jelang berakhirnya kompetisi. Bukan hanya telah menutup kesempatan menjadi juara, tim Maung Bandung juga tak mendapatkan tiket otomatis untuk tampil di ajang AFC Cup musim depan.

Penyebabnya adalah, hasil imbang 2-2 yang Persib raih ketika menjamu Perseru Serui di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Jumat (23/11). Padahal di laga tersebut, Supardi dan kawan-kawan unggul dua gol terlebih dahulu. Persib harus terpaku di peringkat ketiga berbekal poin 50.

Persija adalah tim yang menutup peluang juara Persib. Tim Macan Kemayoran mendapatkan kemenangan dramatis 3-2 atas Sriwijaya FC, Sabtu (24/11).  Tambahan tiga angka membuat klub Oranye Ibu Kota unggul enam poin atas Persib, yang artinya mereka tidak akan dilewati walau nanti memiliki poin sama. Secara head to head, Persija lebih unggul dari Persib.

PSM juga mendapatkan kemenangan penting di pekan ini. Tim Juku Eja tampil menawan ketika melumat Bali United empat gol tanpa balas, Minggu (25/11). Setelah sempat digusur Persija dari puncak klasemen, pasukan Robert Rene Alberts akhirnya bisa kembali ke singgasana dengan keunggulan satu poin. Hasil dari laga inilah yang akhirnya menghilangkan kesempatan Persib untuk mendapatkan tiket otomatis ke AFC Cup.

Artikel Lain dari Penulis

Bhayangkara FC gagal menjaga asa sebagai pesaing juara terkuat musim ini. Tim besutan Simon McMenemy dipaksa untuk mengakui keunggulan tuan rumah Persebaya dengan skor 1-0, Senin (26/11). Kekalahan tersebut membuat the Guardian terpaut delapan poin dari pimpinan klasemen.

Penampilan ciamik Persebaya juga dibarengi dengan performa menawan dari penyerang andalannya, David Aparecido Da Silva. Striker berkebangsaan Brasil itu mengoleksi 20 gol. Kemudian posisi kedua ditempati oleh striker PS TIRA, Aleksandar Rakic berbekal 15 gol.

Komentari Artikel Ini

Persija Siap Hapus Kutukan Juara Piala Presiden

0

Sepakbola.com, Jakarta – Tim-tim yang menjadi juara Piala Presiden biasanya tak mampu menjadi juara di kompetisi yang sesungguhnya. Namun, Persija Jakarta, kampiun Piala Presiden 2018, berambisi menghapus kutukan itu karena mereka berpeluang menjadi juara ini.

Persija berhasil menjadi juara Piala Presiden edisi ketiga setelah mengalahkan Bali United pada partai final yang digelar pada 17 Februari lalu. Ismed Sofyan dkk menang dengan skor telak 3-0.

Berdasarkan catatan dua juara Piala Presiden edisi sebelumnya, tidak ada yang mampu berprestasi di kompetisi. Persib Bandung, kampiun Piala Presiden 2015 hanya mampu finis pada posisi kelima ISC A 2016. Sementara Arema FC, juara Piala Presiden 2017, hanya mampu finis di peringkat sembilan klasemen Liga 1 2017.

Namun musim ini kutukan itu bisa saja tidak terjadi di Persija karena mereka berpeluang besar. Syaratnya Persija harus bisa menyalip PSM Makassar di puncak klasemen yang saat ini berjarak satu poin. Mereka wajib memenangkan dua pertandingan, berharap PSM tergelincir.

“Pasti mereka percaya diri waktu tim sudah kerja sangat bagus di tahun ini dari awal musim sampai sekarang kita sesuai target atau lebih bagus dari target dari manajemen di semua konpetisi,” ujar Stefano Cugurra

Artikel Lain dari Penulis

“Di piala presiden kita cuma target lolos dari grup, tapi kita busa juara. Dari AFC Cup juga sama, kita hanya target lolos grup, tapi kita bisa selesai nomor 3 di zona asia. Terus di liga juga kita punya target di posisi lima besar, tapi kita sekarang di nomor dua, lebih bagus dari target yang dibuat manajemen,”

“Pasti setiap pemain punya percaya diri, punya motivasi, kamu lihat sendiri hari ini ada hujan, lapangan tidak terlalu bagus, tapi tidak ada pemain yang mau berhenti atau malas di latihan, semua mau kerja,”

“Kita harus kerja, kita harus pikir positif, kita masih punya dua pertandingan, kita harus dapat poin dari sini, kita harus kerja biar dapat 6 poin lawan bali dan mitra kukar. Terus kita tunggu hasil dari PSM,” tutupnya.

Komentari Artikel Ini